RSS

pilah pilih alat kontrasepsi

02 Mar

Hmmm, iseng-iseng karena tidak tahu ingin posting apa tapi merasa harus posting. Jadi setelah berpikirsingkat yang tidak terlalu lama akhirnya muncul ide untuk psosting tentang berbagai jenis alat kontrasepsi. Nah, mungkin beberapa dari kita sudah mengetahui apa itu alat kontrasepsi. Kalau dari asal kata yaitu Kontra (melawan) dab sepsi (pembuahan) jadi bisa diambil kesimpulan kalau alat kontrasepsi adalah alat-alat yang dapat menghambat atau mencegah terjadinya pembuahan.

Selama ini mungkin kita sering dengar kalau kontrasepsi hanya dilakukan oleh wanita, tapi kenyataannya ada juga loh kontrasepsi untuk pria. Kita mulai yu, mengenali satu-persatu :

  1. Kondom, ini jenis kontrasepsi yang paling umum, murah, dan mudah didapatkan. Kondom terbuat dari bahan karet tipis yang kadang-kadang bisa bikin alergi, buat orang tertentu dengan riwayat alergi latex. Yang umumnya ditemukan adalah kondom untuk pria, tetapi ada juga kondom untuk wanita. Kontrasepsi ini tingkat efektivitas paling rendah untuk mencegah pembuahan, mengingat kondom bisa saja terlepas atau robek saat melakukan coitus (hubungan badan). Namun kondom memiliki tingkat kemanan cukup baik untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.
  2. AKDR atau alat kontrasepsi dalam rahim. Ini yang biasa orang awam sebut sebagai spiral (padahal bentuknya gk cuma spiral loh). Kalau yang ini jelas dipasang pada wanita. AKDR ini ada yang dilengkapi dengan tembaga tapi ada juga yang polos. Fungsinya untuk “mengacaukan” kondisi rahim dengan membentuk jaringan ikat yang dipicu oleh reaksi inflamasi (peradangan). Sehingga nanti rahim akan dalam kondisi “tidak siap” menerima pembuahan. Efek samping hampir tidak ada, cuma bisa menyebabkan nyeri haid hebat pada beberapa wanita. Namun tingkat efektivitas cukup tinggi, dengan angka kegagalan yang kecil. Biasanya digunakan oleh ibu-ibu yang tidak ingin lagi memiliki anak atau untuk mengatur jarak kehamilan karena AKDR ini bisa dilepas sewaktu-waktu  bila diinginkan.
  3. Implan atau susuk KB. Alat kontrasepsi ini juga menjadi pilihan ibu-ibu yang tidak ingin memiliki anak lagi atau ingin mengatur jarak kehamilan. Prosedur pemasangan dengan insisi (bedah) kecil, yang biasanya dipasang di lengan kiri atas. Implan ini berbentuk seperti korek api tapi lentur dan berisi hormon yang dapat mengatur siklus menstruasi (sekaligus masa subur) wanita. Keefektifan juga terbukti tinggi namun terkadang wanita tersebut memiliki ganguan siklus menstruasi, termasuk juga terkadang bisa menyebabkan seorang wanita mudah mengalami kenaikan berat badan.
  4. Pil KB dan suntik KB merupakan jenis kontrasepsi yang juga diminati. Fungsinya yang bersifat lebih temporer, lebih untuk mengatur jarak kehamilan, menyebabkan kontrasepsi ini sering digunakan oleh pasangan muda. Kandungannya terutama adalah hormon yang dapat mengatur siklus menstruasi wanita. Hanya saja harus rutin disiplin dan tepat waktu untuk mengkonsumsi obat maupun penyuntikan, karena telat sehari saja bisa kacau kadar hormon dalam tubuh kita. Sehingga keefektifannya pun tergantung dari ketaatan sang akseptor.
  5. Kontrasepsi mantap (mandul tetap). Ini merupakan jalan terakhir bagi pasangan yang betul-betul, saya ulangi lagi, betul-betul ingin berhenti memiliki keturunan. Mengapa? Karena kontrasepsi ini memang dilakukan dengan pembedahan untuk memutus saluran tuba uterina (tubektomi, pada wanita) dan saluran vas deferens (vasektomi, pada pria). Namun, dengan semakin majunya teknologi, beberapa bedah kontrasepsi mantap tidak dilakukan dengan pemutusan saluran, melainkan hanya mengikat saluran tersebut, sehingga bila ternyata pasangan ingin memiliki anak lagi dapat membuka ikatan tersebut. Hanya saja, ada beebrapa ahli yang mengatakan kalau hal ini juga tidak menjamin kembalinya fertilitas (kesuburan) seseorang.

Nah, akhirnya dari sekian alat kontrasepsi ini, selain ini memang masih banyak sih, apakah Anda sudah bisa memutuskan?? Sesuaikan antara kebutuhan dengan keinginan. Pastikan Anda dan pasangan berdiskusi sebelum memutuskan…. Semoga bermanfaat ^^

 

 
Leave a comment

Posted by on March 2, 2011 in kewanitaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: